Baca Live
KEAMANAN AI GLOBAL

Ketegangan AS-China Memanas: Trump Minta Batasi GPT-5.6 dan Anthropic Ungkap Pencurian Data

Pemerintahan Trump mendesak OpenAI membatasi peluncuran GPT-5.6 menyusul laporan pencurian data massal oleh entitas China terhadap model Claude milik Anthropic.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan China di sektor kecerdasan buatan (AI) mencapai titik didih baru. Pemerintahan Donald Trump dilaporkan secara resmi meminta OpenAI untuk membatasi peluncuran model terbaru mereka, GPT-5.6. Langkah proteksionis ini menyusul kebijakan serupa yang sebelumnya diterapkan terhadap model Fable 5 dan Mythos 5 milik Anthropic guna menjaga keunggulan teknologi nasional.

Situasi ini diperparah oleh laporan mengejutkan dari Anthropic yang mendesak Kongres AS untuk menindak tegas praktik 'AI distillation' atau penyulingan data oleh pesaing asal China. Anthropic menuduh operator yang berafiliasi dengan Alibaba menggunakan hampir 25.000 akun ilegal untuk menghasilkan sekitar 28,8 juta interaksi dengan model Claude mereka demi melatih AI lokal.

Meskipun Anthropic telah memperketat pembatasan geolokasi untuk akses dari China, laporan menunjukkan bahwa pengguna di sana terus menemukan berbagai cara untuk mengakali sistem tersebut. Mereka memanfaatkan layanan proksi hingga identitas palsu yang diperoleh melalui platform Telegram untuk tetap bisa mengakses teknologi AI dari Barat.

Fenomena ini menunjukkan tantangan besar bagi pemerintah AS dalam menjaga aset digital mereka dari spionase teknologi. Di satu sisi, regulasi ketat diterapkan untuk mencegah kebocoran, namun di sisi lain, infrastruktur digital yang terbuka membuat pembatasan tersebut sulit ditegakkan secara absolut terhadap pengguna yang cerdik di luar negeri.