Baca Live
TRANSFORMASI VOKASI

Link and Match SMK ke Jepang: Disiplin Bela Diri Taekwondo dan Karate Jadi Modal Mental

Pemerintah memperkuat kompetensi lulusan SMK untuk peluang kerja global ke Jepang dengan menekankan pentingnya disiplin tinggi layaknya filosofi Taekwondo dan Karate.

Kementerian Ketenagakerjaan dan Kemendikdasmen terus mengakselerasi program transformasi SDM melalui penguatan pendidikan vokasi guna memenuhi standar industri global. Fokus utama saat ini adalah menciptakan keselarasan atau link and match antara kurikulum SMK dengan kebutuhan pasar kerja internasional, khususnya di Jepang. Selain aspek teknis, penguatan karakter disiplin menjadi poin krusial bagi calon tenaga kerja.

Dalam persiapan menuju pasar kerja Jepang, para siswa tidak hanya dibekali keahlian magang, tetapi juga ketahanan fisik dan mental. Penerapan nilai-nilai dari olahraga bela diri seperti Taekwondo dan Karate dinilai relevan untuk membentuk etos kerja yang tangguh. Disiplin diri yang diajarkan dalam Taekwondo serta ketegasan dalam Karate menjadi fondasi bagi SDM Indonesia agar mampu beradaptasi dengan budaya kerja di Negeri Sakura yang sangat ketat.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus relevan dengan dinamika zaman. Sejalan dengan itu, UPTD Latihan Kerja Banten mulai membuka peluang konkret bagi lulusan daerah untuk berkarir ke Jepang. Program ini didukung oleh peningkatan kapasitas guru SMK melalui magang luar negeri agar mereka dapat mentransfer standar kompetensi dan nilai kedisiplinan kepada para siswa secara optimal.

Hallo, saya Mind, chat Assistant platform NewsMind.. ada yang bisa saya bantu?