The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Justru Menguat Berjamaah
Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik terpantau bergerak di zona hijau pada perdagangan Kamis pagi setelah bank sentral Amerika Serikat, The Fed, resmi mengumumkan kenaikan suku bunga terbaru.
SINGAPURA — Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mencatatkan penguatan secara serentak pada perdagangan Kamis pagi setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan, menurut laporan CNBC Indonesia pada 17 September 2026. Pergerakan positif ini menunjukkan respons pasar regional yang tetap optimis meski terdapat pengetatan kebijakan moneter di Amerika Serikat.
Indeks utama di beberapa negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia dibuka di teritori positif. Investor tampaknya telah mengantisipasi langkah The Fed sebelumnya, sehingga keputusan kenaikan tersebut tidak memberikan kejutan negatif bagi pelaku pasar di Asia. Sentimen ini memberikan dorongan bagi indeks harga saham gabungan di masing-masing bursa untuk terus melaju di zona hijau.
Kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat biasanya memberikan tekanan pada pasar negara berkembang. Namun, kondisi pasar kali ini menunjukkan anomali dengan adanya penguatan yang kompak. Para analis melihat adanya kepercayaan pasar terhadap ketahanan ekonomi global meskipun biaya pinjaman meningkat secara signifikan.
Hingga sesi pertama perdagangan, mayoritas indeks saham di Asia-Pasifik masih mempertahankan momentum kenaikannya. Investor terus memantau pernyataan lanjutan dari pejabat The Fed terkait arah kebijakan moneter ke depan guna menentukan langkah investasi jangka panjang di pasar modal Asia. Laporan kenaikan bursa ini pertama kali dipublikasikan oleh CNBC Indonesia pada tanggal 17 September 2026.
