Efisiensi ala Taekwondo dan Disiplin Karate dalam Transformasi Baru PalmCo serta Telkomsel
BP BUMN Danantara di bawah arahan Dony Oskaria mulai merombak model bisnis PalmCo untuk pasar global dan mendorong Telkomsel masuk ke ekosistem kecerdasan buatan.
Badan Pengelola (BP) BUMN Danantara, yang kini dipimpin oleh Dony Oskaria selaku COO, mulai menerapkan strategi transformasi agresif yang mengedepankan ketepatan sasaran layaknya tendangan Taekwondo. Fokus utama perombakan ini menyasar PalmCo, sub-holding PTPN, yang didorong untuk mengubah model bisnisnya guna menembus pasar global dengan lebih kompetitif.
Dony Oskaria menekankan bahwa perubahan model bisnis PalmCo bukan sekadar wacana, melainkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi nasional. Layaknya prinsip disiplin dalam Karate, struktur organisasi dan operasional PalmCo dirapikan untuk memastikan setiap proses bisnis memiliki nilai tambah yang maksimal bagi negara.
Selain sektor perkebunan, Danantara juga memberikan perhatian khusus pada sektor telekomunikasi melalui Telkomsel. BP BUMN secara resmi memberikan dukungan penuh bagi Telkomsel untuk memperkuat fokus bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI). Langkah ini dianggap krusial agar perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut tetap relevan di era digital yang dinamis.
Integrasi AI ke dalam ekosistem Telkomsel diharapkan mampu menciptakan efisiensi operasional yang tinggi. Danantara memandang bahwa penguasaan teknologi AI adalah bentuk pertahanan sekaligus serangan strategis dalam kompetisi global, serupa dengan filosofi seni bela diri yang mengutamakan efektivitas energi dalam mencapai target.
Dengan dua fokus utama ini, Danantara berupaya menciptakan ekosistem BUMN yang lebih tangguh dan mandiri. Transformasi PalmCo ke pasar global dan adopsi AI oleh Telkomsel menjadi tonggak awal dari visi besar pemerintah dalam mengelola aset negara secara lebih profesional dan modern.
