Bos Linqto William Sarris Didakwa Manipulasi Harga Saham dan Tipu Investor
Pendiri startup Linqto, William Sarris, menghadapi dakwaan penipuan dari jaksa Amerika Serikat atas tuduhan manipulasi harga saham melalui taktik kelangkaan palsu.
NEW YORK — Pendiri startup Linqto, William Sarris, secara resmi dijerat dakwaan penipuan oleh jaksa Amerika Serikat setelah diduga melakukan manipulasi harga saham untuk meraup keuntungan pribadi. Berdasarkan laporan CNBC Indonesia pada Kamis, 3 September 2026, Sarris dituduh menciptakan kesan kelangkaan palsu pada pasar sekunder guna menarik minat investor dengan harga yang digelembungkan.
Pihak berwenang menyatakan bahwa mekanisme penipuan ini melibatkan pengaturan ketersediaan saham di platform Linqto yang tidak mencerminkan kondisi pasar sebenarnya. Sarris diduga secara sengaja mengarahkan narasi bahwa stok saham tertentu sangat terbatas, sehingga memicu urgensi di kalangan investor untuk membeli dengan harga lebih tinggi dari nilai wajar.
Jaksa penuntut dalam dokumen pengadilan menegaskan bahwa tindakan ini merupakan upaya terencana untuk menyesatkan publik dan memanipulasi instrumen investasi di pasar startup global. Hingga saat ini, pihak Linqto belum memberikan pernyataan resmi terkait dampak operasional platform pasca munculnya dakwaan terhadap sang pendiri.
Kasus ini menambah daftar panjang skandal di industri teknologi finansial yang melibatkan eksekutif puncak. Proses hukum terhadap William Sarris akan berlanjut di pengadilan Amerika Serikat untuk membuktikan besaran kerugian investor akibat praktik manipulasi tersebut. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh CNBC Indonesia pada tanggal 3 September 2026.
