Baca Live
PASAR MODAL

Saham BYAN Melonjak 20 Persen Usai Rencana Akuisisi Haji Isam

Harga saham PT Bayan Resources (BYAN) melonjak hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) sebesar 19,96 persen setelah pengumuman rencana pengalihan saham ke grup Jhonlin milik Haji Isam.

JAKARTA — PT Bayan Resources (BYAN) mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 19,96 persen hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) setelah munculnya rencana pengalihan saham pengendali kepada pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, Jumat (18/9/2026). Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun dari CNN Indonesia, lonjakan tajam ini terjadi sesaat setelah pasar merespons kabar masuknya investor baru ke emiten batu bara tersebut.

Rencana aksi korporasi ini melibatkan pengalihan kepemilikan sebanyak 10 miliar lembar saham BYAN. CNBC Indonesia melaporkan bahwa saham tersebut rencananya akan dialihkan kepada PT Jhonlin Baratama, entitas bisnis yang berada di bawah naungan grup usaha milik Haji Isam. Langkah ini memicu sentimen positif yang signifikan bagi investor di lantai bursa sejak pembukaan perdagangan pagi hari.

Kenaikan harga saham BYAN yang memiliki bobot besar terhadap indeks turut memberikan dampak langsung pada pergerakan pasar secara keseluruhan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat dibuka menguat 0,76 persen pada sesi pertama tanggal 18 September 2026. Menurut laporan CNBC Indonesia, sektor batu bara menjadi penopang utama penguatan indeks kali ini dengan BYAN sebagai motor penggerak utamanya.

Hingga saat ini, pelaku pasar masih mencermati detail mekanisme pengalihan saham pengendali dan dampak jangka panjang dari perubahan struktur kepemilikan tersebut. Fenomena lonjakan 20 persen ini menjadi salah satu pergerakan harga saham paling signifikan di sektor energi sepanjang tahun 2026. Seluruh data pergerakan angka merujuk pada laporan pasar modal CNN Indonesia dan CNBC Indonesia yang dirilis pada Jumat, 18 September 2026.

Hallo, saya Mind, chat Assistant platform NewsMind.. ada yang bisa saya bantu?