Saham BACH Anjlok ke Level ARB Setelah Diakuisisi Grup Djarum
Harga saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) merosot tajam hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) setelah sempat menguat selama enam hari berturut-turut pasca akuisisi oleh Grup Djarum.
JAKARTA — Saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) mengalami penurunan tajam hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) sebesar 14,78 persen ke level Rp865 per lembar pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026. Pelemahan harga ini terjadi tepat setelah munculnya kabar mengenai pengambilalihan perusahaan oleh Grup Djarum, berdasarkan laporan dari CNBC Indonesia.
Pergerakan negatif ini sekaligus memutus tren penguatan saham BACH yang telah berlangsung selama enam hari perdagangan berturut-turut sebelumnya. Tekanan jual yang tinggi di pasar menjadi faktor utama yang mendorong koreksi dalam pada emiten yang baru saja berganti kepemilikan tersebut.
Data perdagangan menunjukkan adanya aksi jual yang signifikan dari investor internasional. Berdasarkan pantauan pasar pada Selasa sore, tercatat investor asing melakukan penjualan bersih atau net sell dengan nilai total mencapai Rp15,42 miliar terhadap saham BACH.
Penurunan ke level ARB ini terjadi di tengah sentimen transisi kepemilikan kepada konglomerasi besar di Indonesia. Meski akuisisi oleh grup besar biasanya dipandang sebagai sinyal ekspansi, pasar merespons dengan tekanan jual sesaat setelah periode reli panjang berakhir, sebagaimana dilaporkan oleh CNBC Indonesia pada 4 Agustus 2026.
