Baca Live
KEAMANAN SIBER AI

Lawan Serangan Siber AI dan Eksploitasi Geolocation, Raksasa Teknologi Dunia Luncurkan Proyek Akrites

Koalisi 19 organisasi teknologi global meluncurkan proyek Akrites untuk melindungi perangkat lunak sumber terbuka dari ancaman serangan siber berbasis AI.

Linux Foundation bersama 19 organisasi teknologi terkemuka, termasuk laboratorium kecerdasan buatan (AI) ternama dan bank-bank Wall Street, resmi meluncurkan inisiatif baru bernama Akrites. Kolaborasi ini bertujuan menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan ekosistem sumber terbuka (open-source) yang kini menghadapi risiko besar akibat gelombang serangan siber berbasis AI yang semakin canggih.

Di sisi lain, keandalan AI dalam bertahan dari serangan mulai menunjukkan hasil positif. Asisten AI OpenClaw yang ditenagai oleh Claude Opus 4.6 dilaporkan berhasil bertahan dari lebih dari 6.000 upaya peretasan setelah aksesnya dipublikasikan di forum Hacker News. Keberhasilan ini memberikan harapan terhadap ketahanan agen AI di masa depan dalam menghadapi eksploitasi keamanan yang masif.

Namun, tantangan besar tetap muncul dari sisi regulasi dan penyalahgunaan akses geografis. Anthropic baru-baru ini mendesak Kongres Amerika Serikat untuk menindak tegas praktik 'AI Distillation' yang dilakukan oleh pesaing dari China. Mereka mengklaim bahwa puluhan ribu akun palsu yang terafiliasi dengan raksasa teknologi asal China telah menghasilkan puluhan juta pertukaran data ilegal untuk melatih model mereka sendiri.

Meskipun Anthropic telah memperketat pembatasan akses geografis untuk layanannya di wilayah China, pengguna di negara tersebut dilaporkan tetap mampu menembus sistem keamanan. Metode yang digunakan beragam, mulai dari penggunaan layanan proksi hingga pemanfaatan identitas palsu yang diperoleh melalui platform Telegram, menunjukkan adanya celah dalam efektivitas pemblokiran wilayah saat ini.