Baca Live
STRATEGI BRANDING

Bukan Langsung Desain, Ini Rahasia Bangun Brand Identity yang Kuat Sebelum Masuk Figma

Membangun identitas visual yang kuat tidak dimulai dari alat desain seperti Figma, melainkan melalui riset konteks dan penyelarasan strategi dengan pemangku kepentingan.

Banyak desainer yang sering kali terjebak untuk langsung membuka aplikasi desain seperti Figma sesaat setelah menerima proyek baru. Namun, konsep visual yang paling kuat sebenarnya tidak dimulai dari kanvas digital, melainkan dari proses berpikir yang mendalam dan pengajuan pertanyaan yang tepat kepada klien.

Fase pra-konsep dalam perancangan identitas merek merupakan tahapan krusial di mana tim harus melakukan riset mendalam mengenai konteks merek tersebut. Hal ini melibatkan penggalian informasi mengenai nilai-nilai inti perusahaan, posisi pasar, serta audiens target yang ingin disasar agar desain memiliki landasan yang relevan.

Selain riset, kolaborasi dengan pemangku kepentingan atau stakeholder menjadi kunci utama. Melalui sesi tanya jawab yang intensif, desainer dapat mengungkap asumsi-asumsi tersembunyi yang mungkin dimiliki oleh pemilik bisnis. Proses ini bertujuan untuk menyamakan persepsi sebelum langkah visual pertama diambil.

Setelah seluruh informasi dan asumsi diselaraskan, barulah tim dapat merumuskan arah visual yang terukur. Strategi merek ini kemudian diubah menjadi fondasi visual yang akan memandu setiap elemen desain, mulai dari tipografi, palet warna, hingga gaya fotografi yang akan digunakan.

Dengan menerapkan pendekatan berbasis strategi ini, hasil desain akhir bukan hanya sekadar estetika belaka, melainkan sebuah solusi visual yang fungsional dan mampu merepresentasikan identitas bisnis secara akurat. Langkah ini meminimalisir revisi besar karena arah desain sudah disepakati sejak tahap awal pengembangan.

Hallo, saya Mind, chat Assistant platform NewsMind.. ada yang bisa saya bantu?