Manuver Saham: Putra Bos Mayapada Lepas Saham MAYA, Investor Asing Borong ANTM dan BUMI
Jonathan Tahir melepas kepemilikan saham di Bank Mayapada senilai 523,35 juta lembar untuk penyelesaian utang, sementara investor asing justru melirik sektor pertambangan.
JAKARTA — Jonathan Tahir melepas 523,35 juta lembar saham PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) pada harga Rp10 per unit guna penyelesaian kewajiban utang, berdasarkan laporan Bursa Efek Indonesia melalui CNBC Indonesia pada Rabu (16/09/2026).
Aksi korporasi yang dilakukan oleh putra dari pendiri Grup Mayapada ini mengakibatkan porsi kepemilikannya di bank tersebut menyusut menjadi 3,89 persen. Langkah ini menjadi sorotan di tengah dinamika pasar keuangan domestik yang sedang mengalami tekanan jual oleh investor luar negeri.
Di sisi lain, meskipun pasar modal Indonesia mencatatkan aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing sebesar Rp349,3 miliar, sektor pertambangan menunjukkan daya tarik yang berbeda. Data menunjukkan bahwa saham-saham seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tetap menjadi incaran pemodal asing.
Minat investor terhadap emiten pertambangan ini berbanding terbalik dengan tren keluar (outflow) dana asing di pasar reguler secara keseluruhan. Laporan CNBC Indonesia pada 16 September 2026 menyebutkan bahwa investor asing terus melakukan evaluasi portofolio dengan tetap mempertahankan minat pada komoditas tertentu.
Fenomena ini menggambarkan adanya divergensi strategi di pasar saham, di mana terjadi divestasi aset perbankan oleh pemegang saham pengendali untuk likuiditas, sementara saham sektor energi dan mineral justru dikumpulkan oleh pasar internasional.
