Danantara Jadi Jembatan Investasi Strategis RI-Rusia Lewat Pasar Modal
Presiden Prabowo Subianto memproyeksikan Danantara sebagai instrumen kunci untuk mempertemukan kepentingan pasar modal dan investasi strategis antara Indonesia dan Rusia.
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa badan pengelola investasi Danantara akan berfungsi sebagai jembatan utama untuk menghubungkan kepentingan pasar modal serta target investasi strategis antara Indonesia dan Rusia, sebagaimana dilaporkan oleh CNN Indonesia pada Kamis, 3 September 2026.
Lembaga baru ini dirancang untuk mengonsolidasikan aset-aset negara guna memperkuat daya tawar Indonesia di kancah internasional. Dalam keterangannya, Prabowo menekankan peran vital entitas ini dalam memfasilitasi aliran modal yang mendukung proyek-proyek berdampak besar bagi kedua negara.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan mekanisme koordinasi investasi tersebut [QUOTE_VERBATIM speaker="Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia"]"Danantara dapat menjadi jembatan bagi pertemuan kepentingan pasar modal dan tujuan investasi strategis Indonesia dengan Rusia."[/QUOTE_VERBATIM]
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas kerja sama ekonomi dengan mitra strategis global. Fokus utama dari sinergi ini mencakup penguatan basis pendanaan dari investor Rusia untuk sektor-sektor yang dianggap krusial bagi ketahanan ekonomi nasional.
Secara struktur, Danantara diposisikan sebagai super holding yang mengelola aset negara di luar skema APBN konvensional. Pendekatan ini diharapkan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam menjalin kemitraan investasi dengan lembaga dana berdaulat atau perusahaan besar dari Rusia secara langsung.
Konteks penguatan kerja sama ekonomi ini merupakan tindak lanjut dari upaya peningkatan hubungan bilateral kedua negara di sektor finansial dan industri. Informasi mengenai peran baru Danantara ini dipublikasikan secara resmi melalui laporan CNN Indonesia pada 3 September 2026.
