Baca Live
PASAR MODAL

Hanya 10 Persen Pekerja Jadi Investor, Pasar Modal RI Berpotensi Tumbuh Pesat

Indonesia memiliki potensi ledakan pasar modal mengingat baru 10 juta dari total 100 juta pekerja yang terdaftar sebagai investor saham saat ini.

JAKARTA — Pasar modal Indonesia menyimpan potensi pertumbuhan besar di masa depan mengingat tingkat penetrasi investor saham yang masih rendah di kalangan tenaga kerja domestik. Berdasarkan laporan CNBC Indonesia pada 1 September 2026, tercatat baru sekitar 10 juta orang yang menjadi investor saham dari total populasi pekerja yang mencapai 100 juta jiwa.

Kesenjangan data tersebut menunjukkan bahwa baru 10 persen dari total angkatan kerja di Indonesia yang aktif berpartisipasi dalam bursa saham. Meskipun persentasenya masih kecil, tren penambahan jumlah investor baru terus mengalami kenaikan yang konsisten dalam beberapa periode terakhir.

Peningkatan jumlah investor ini menjadi indikator kuat mengenai tingginya kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas dan prospek ekonomi nasional. Selain minat dari dalam negeri, aliran modal asing juga dilaporkan masih mengalir deras ke pasar keuangan Indonesia sebagai bentuk validasi atas fundamental pasar yang dianggap tetap menarik bagi para pemilik modal global.

Kondisi ini diprediksi akan menjadi katalis utama bagi perluasan inklusi keuangan di sektor pasar modal. Dengan selisih 90 juta pekerja yang belum masuk ke bursa, para pemangku kepentingan memiliki ruang yang sangat luas untuk melakukan edukasi dan literasi keuangan guna mengonversi potensi tersebut menjadi basis investor riil.

Sebagai informasi tambahan, data mengenai struktur demografi investor dan antusiasme penanaman modal ini disadur dari rilis CNBC Indonesia tertanggal 1 September 2026. Pertumbuhan yang berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat daya tahan pasar modal Indonesia dari fluktuasi ekonomi global di masa mendatang.

Hallo, saya Mind, chat Assistant platform NewsMind.. ada yang bisa saya bantu?