PGE Siapkan Strategi Penuhi Free Float 15 Persen Sebelum Maret 2027
PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) sedang mengkaji sejumlah opsi strategis untuk memenuhi ketentuan saham free float sebesar 15 persen sebelum tenggat waktu Maret 2027.
JAKARTA — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sedang mematangkan rencana untuk memenuhi regulasi kepemilikan saham publik atau free float minimal 15 persen, yang ditargetkan selesai sebelum batas waktu Maret 2027 sesuai laporan CNBC Indonesia pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Anak usaha Pertamina di sektor energi terbarukan ini tengah menimbang berbagai mekanisme pasar agar porsi saham yang beredar di masyarakat meningkat dari posisi saat ini. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mewajibkan perusahaan tercatat menjaga likuiditas saham di pasar sekunder.
Manajemen perusahaan menyatakan bahwa proses pengkajian opsi-opsi tersebut dilakukan secara saksama guna memastikan stabilitas harga saham di pasar. Penyesuaian struktur kepemilikan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan aksesibilitas bagi investor publik.
Berdasarkan laporan keuangan dan keterbukaan informasi, PGEO terus melakukan koordinasi internal dan eksternal untuk mengeksekusi rencana tersebut sesuai jadwal. Ketentuan free float 15 persen ini merupakan standar minimum yang harus dipenuhi oleh emiten di papan utama bursa saham domestik.
Hingga saat ini, PGEO fokus pada penguatan fundamental bisnis panas bumi sambil menyiapkan skema penambahan saham publik yang paling optimal bagi pemegang saham eksisting. Seluruh tahapan aksi korporasi ini direncanakan rampung selambat-lambatnya pada kuartal pertama tahun 2027.
Informasi mengenai rencana pemenuhan saham publik ini pertama kali dipublikasikan oleh CNBC Indonesia melalui kanal Market pada tanggal 4 Agustus 2026.
