Baca Live
PASAR MODAL

Minat IPO Pasar Modal Menurun, OJK Soroti Dampak Ketidakpastian Geopolitik

OJK mengungkapkan penurunan minat calon emiten untuk melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia dipicu oleh faktor ketidakpastian geopolitik global menjelang akhir tahun 2026.

JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan adanya tren penurunan jumlah calon emiten yang berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi lesunya aktivitas pasar modal ini disampaikan oleh pihak otoritas dalam keterangannya pada Rabu (16/9/2026) sebagaimana dilaporkan oleh CNBC Indonesia.

Ketidakpastian situasi geopolitik global menjadi faktor utama yang dinilai menahan minat perusahaan untuk melantai di bursa dalam waktu dekat. Situasi eksternal yang tidak menentu memberikan tekanan pada psikologi pasar dan membuat para calon emiten cenderung mengambil posisi menunggu sebelum mengeksekusi aksi korporasi mereka.

Meskipun terdapat perlambatan pada kuartal menjelang akhir tahun, OJK tetap memantau perkembangan penghimpunan dana di pasar modal. Hingga saat ini, target penghimpunan dana yang ditetapkan untuk tahun 2026 masih berada pada angka Rp250 triliun.

Penurunan jumlah calon emiten ini menjadi perhatian serius bagi pemangku kepentingan untuk melihat daya serap pasar terhadap instrumen investasi baru. Data dan penjelasan mengenai perlambatan aktivitas IPO ini bersumber dari keterangan resmi OJK yang dipublikasikan pada 16 September 2026 melalui kanal CNBC Indonesia.

Hallo, saya Mind, chat Assistant platform NewsMind.. ada yang bisa saya bantu?