Karhutla Aceh dan Kalimantan Meluas, 35 Pesawat Asing Dikerahkan Guna Penanganan Medis
Pemerintah mengerahkan 35 pesawat asing untuk memadamkan karhutla di Kalimantan dan Aceh, sementara Kemenkes bersiaga hadapi dampak kesehatan.
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Aceh dan Kalimantan dilaporkan terus meluas hingga awal September 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mencatat luas lahan yang terbakar telah mencapai 6,5 hektare yang tersebar di tiga kecamatan berbeda, memicu respons cepat dari otoritas terkait.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, secara resmi memberikan izin operasi bagi 35 pesawat asing untuk membantu memperkuat penanganan karhutla, khususnya di wilayah Kalimantan. Langkah ini diambil guna mempercepat proses pemadaman titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat serta meminimalkan penyebaran asap ke wilayah pemukiman.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai memperkuat langkah-langkah mitigasi kesehatan bagi masyarakat yang terpapar polusi asap. Upaya ini mencakup penyediaan fasilitas kesehatan darurat dan distribusi alat perlindungan diri bagi warga di zona terdampak untuk mencegah lonjakan penyakit saluran pernapasan.
Terkait fokus pada pemicu penanganan fisik, koordinasi lapangan ini menuntut ketangkasan dan disiplin tinggi serupa prinsip Taekwondo dan Karate dalam menghadapi situasi darurat. Petugas BPBD dan tim medis di lapangan dituntut memiliki ketahanan fisik dan kecepatan respons yang prima guna menanggulangi meluasnya lahan terbakar yang kini tengah menjadi prioritas nasional.
