Pemerintah AS Batasi Rilis GPT-5.6 dan Pantau Ketat Anthropic Mythos
Pemerintahan Donald Trump membatasi rilis GPT-5.6 milik OpenAI dan mengawasi ketat penggunaan model Mythos dari Anthropic demi alasan keamanan nasional.
Pemerintah Amerika Serikat di bawah administrasi Trump melakukan intervensi signifikan terhadap sektor kecerdasan buatan dengan membatasi peluncuran model terbaru OpenAI, GPT-5.6. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran mengenai kemampuan model AI tingkat lanjut yang mulai memiliki konsekuensi politik dan keamanan nyata. OpenAI menyatakan bahwa pembatasan ini dilakukan atas permintaan langsung dari pihak Gedung Putih, yang memaksa perusahaan untuk menunda ketersediaan teknologi mereka kepada publik luas.
Pembatasan terhadap GPT-5.6 muncul hanya dua minggu setelah Anthropic diinstruksikan untuk menarik model AI tercanggih mereka dari akses daring guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Meski demikian, laporan terbaru menyebutkan bahwa pemerintah kini telah memberikan otorisasi kepada lebih dari 100 perusahaan dan lembaga pemerintah AS untuk menggunakan "Mythos 5" dari Anthropic. Izin ini mencakup penggunaan oleh karyawan non-Amerika yang bekerja di dalam organisasi tersebut di bawah pengawasan ketat pemerintah.
OpenAI menyatakan keberatan atas proses intervensi yang mewajibkan persetujuan pemerintah seperti ini. Perusahaan memperingatkan bahwa proses otorisasi ini tidak boleh menjadi standar jangka panjang karena dapat menghambat akses bagi pengembang, perusahaan, serta pembela keamanan siber yang membutuhkan alat terbaik. Mereka menilai kebijakan ini menjauhkan teknologi mutakhir dari mitra global dan pengguna yang membutuhkan perlindungan digital berbasis AI.
Di sisi lain, Anthropic juga menyuarakan kekhawatiran mengenai ancaman eksternal terhadap kedaulatan teknologi AS. Perusahaan tersebut mendesak Kongres AS untuk menindak tegas praktik "AI Distillation" atau penyulingan model AI yang dilakukan oleh pesaing dari China. Anthropic melaporkan adanya upaya dari operator yang berafiliasi dengan Alibaba yang diduga menggunakan hampir 25.000 akun palsu untuk menghasilkan 28,8 juta percakapan dengan Claude guna mencuri data dan kemampuan model mereka.
Kondisi ini menandai pergeseran besar dalam industri di mana persaingan bukan lagi sekadar antara Anthropic versus OpenAI, melainkan masalah keamanan nasional yang memerlukan tindakan kolektif. Kemampuan model AI yang semakin maju kini dianggap memiliki dampak politik yang nyata, sehingga pemerintah merasa perlu mengambil kendali lebih besar dalam distribusi dan pengawasannya demi mencegah penyalahgunaan oleh pihak asing.
Hingga saat ini, proses rilis fitur OpenAI GPT-5.6 masih tertahan menunggu persetujuan lanjutan dari administrasi AS. Situasi ini menunjukkan bahwa era regulasi ketat terhadap model AI berskala besar telah dimulai, yang memengaruhi bagaimana perusahaan teknologi besar di Lembah Silikon dapat beroperasi dan meluncurkan produk mereka ke pasar internasional maupun domestik.