Pasar Modal Indonesia Himpun Dana Rp 125 Triliun Per Juni 2026
Menteri Keuangan Juda Agung melaporkan pasar modal Indonesia tetap tangguh dengan perolehan dana mencapai Rp 125 triliun di tengah fluktuasi pasar global.
JAKARTA — Pasar modal Indonesia berhasil mencatatkan penghimpunan dana sebesar Rp 125 triliun hingga periode Juni 2026 meskipun kondisi pasar sedang mengalami fluktuasi, menurut laporan resmi Kementerian Keuangan melalui CNBC Indonesia pada Senin (10/08/2026). Capaian ini menunjukkan resiliensi sektor keuangan domestik di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
Menteri Keuangan Juda Agung memberikan apresiasi terhadap ketahanan pasar modal nasional dalam menghadapi pergerakan pasar yang naik turun. Pemerintah menilai bahwa minat investor dan aktivitas korporasi dalam mencari pendanaan di bursa tetap menunjukkan tren positif yang stabil. [QUOTE_VERBATIM speaker="Juda Agung, Menteri Keuangan"]"pasar modal Indonesia tetap kuat, berhasil mengumpulkan Rp 125 triliun."[/QUOTE_VERBATIM]
Sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur pasar ke depan, otoritas terkait berencana menghadirkan instrumen investasi baru. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) Emas. Kehadiran produk ini diproyeksikan dapat memperdalam pasar modal Indonesia dengan memberikan opsi diversifikasi aset yang lebih beragam bagi para pelaku pasar.
Keberhasilan penghimpunan dana sebesar Rp 125 triliun ini mencerminkan kepercayaan publik dan institusi terhadap stabilitas makroekonomi dalam negeri. Data ini dirangkum berdasarkan pernyataan resmi otoritas keuangan yang dipublikasikan oleh portal berita CNBC Indonesia pada 10 Agustus 2026.
