OJK Soroti Penurunan Kinerja ISSI, Reksadana dan Sukuk Syariah Tetap Tumbuh
Otoritas Jasa Keuangan melaporkan penurunan kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sepanjang tahun ini, di tengah tren positif pertumbuhan reksadana dan sukuk syariah.
JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) masih mencatatkan penurunan sepanjang tahun berjalan, meski sektor reksadana dan sukuk syariah menunjukkan tren kenaikan berdasarkan data per 4 Agustus 2026. Laporan ini disampaikan otoritas guna memberikan gambaran terkini mengenai dinamika instrumen investasi berbasis syariah di pasar modal domestik.
Data dari OJK menunjukkan bahwa tekanan pada pasar saham syariah tidak menghambat minat investor pada instrumen lain. Sektor reksadana syariah dan sukuk justru menjadi primadona baru yang mencatatkan pertumbuhan positif, memberikan alternatif bagi para pelaku pasar di tengah fluktuasi indeks saham syariah yang sedang melemah.
Pertumbuhan pada sektor sukuk dan reksadana ini mencerminkan adanya pergeseran strategi diversifikasi investor dalam mengelola portofolio berbasis syariah. OJK terus memantau pergerakan pasar untuk memastikan stabilitas dan perlindungan bagi para investor di sektor keuangan syariah Indonesia.
Kondisi pasar modal syariah saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi makro yang menekan indeks saham secara umum. Kendati demikian, daya tahan instrumen pendapatan tetap seperti sukuk menunjukkan kepercayaan pasar yang masih kuat terhadap fundamental ekonomi syariah, sebagaimana dilaporkan oleh CNBC Indonesia pada Selasa, 4 Agustus 2026.
