MSCI Keluarkan 10 Saham Indonesia dari Indeks Global per Agustus 2026
Morgan Stanley Capital International (MSCI) merilis hasil evaluasi indeks Agustus 2026 yang menghapus 10 saham Indonesia, meski status pasar negara berkembang RI tetap terjaga.
JAKARTA — MSCI resmi mengumumkan pengeluaran 10 saham asal Indonesia dari konstituen indeks global dalam evaluasi indeks Agustus 2026 yang akan berlaku efektif pada 31 Agustus 2026, berdasarkan laporan resmi dari CNN Indonesia dan Detikcom pada Kamis (13/8/2026). Perubahan ini merupakan bagian dari August 2026 Index Review yang mencakup penyesuaian saham di wilayah Asia Pasifik dan pasar global lainnya.
Meskipun terdapat pengurangan jumlah emiten dalam daftar indeks, MSCI memastikan bahwa posisi Indonesia masih bertahan dalam kategori pasar negara berkembang atau emerging market. Penyesuaian ini bertepatan dengan kondisi pasar modal dalam negeri di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencatatkan penguatan sebesar 1,69 persen di tengah aksi jual investor asing pada sejumlah saham tertentu.
Beberapa emiten yang menjadi perhatian dalam periode ini antara lain PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang melaporkan perolehan pendapatan senilai Rp23,99 triliun. Selain itu, PT Indonesia Paradise Property Tbk (INPP) juga mengumumkan pembagian dividen interim sebesar Rp4,5 per lembar saham. Pergerakan saham-saham ini dipantau ketat oleh pelaku pasar menyusul perubahan struktur portofolio indeks MSCI tersebut.
Fenomena didepaknya sejumlah saham dari indeks MSCI ini tidak hanya dialami oleh Indonesia, melainkan juga terjadi pada beberapa emiten di kawasan Asia Pasifik lainnya. Melansir data dari CNBC Indonesia, tekanan jual oleh investor asing terpantau meningkat pada beberapa saham menjelang pengumuman resmi hasil tinjauan indeks ini dilakukan.
Secara keseluruhan, keputusan MSCI untuk tetap mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market memberikan kepastian bagi posisi pasar modal RI di mata investor global. Seluruh perubahan komposisi saham dalam indeks ini akan mulai diimplementasikan secara penuh pada penutupan perdagangan tanggal 31 Agustus 2026 sesuai dengan laporan Finance Detikcom dan CNN Indonesia.
