Baca Live
EKONOMI BISNIS

Kerugian Proyek Kereta Cepat Whoosh Membengkak Hingga Rp 5,13 Triliun

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) mencatatkan lonjakan kerugian yang signifikan bagi pemegang saham hingga mencapai angka Rp 5,13 triliun dalam periode enam bulan terakhir.

JAKARTA — Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yang dikenal dengan nama Whoosh, mencatatkan pembengkakan kerugian bagi pemegang saham hingga mencapai Rp 5,13 triliun dalam kurun waktu enam bulan berdasarkan laporan CNBC Indonesia pada 31 Juli 2026. Lonjakan angka defisit ini menunjukkan tantangan finansial yang masih membayangi operasional moda transportasi rel cepat pertama di Asia Tenggara tersebut.

Data kerugian yang menyentuh angka triliunan rupiah ini menyoroti beban biaya yang harus ditanggung oleh konsorsium pemilik proyek. Kenaikan drastis beban keuangan atau biaya operasional menjadi faktor yang diduga berkontribusi pada laporan neraca keuangan proyek yang menghubungkan ibu kota Jakarta dengan Bandung tersebut.

Hingga laporan ini dipublikasikan, rincian mengenai penyebab spesifik sengketa biaya atau rendahnya tingkat keterisian penumpang terhadap target pendapatan belum dijabarkan lebih lanjut dalam ringkasan data finansial terbaru. Fokus utama saat ini tertuju pada stabilitas arus kas perusahaan pengelola di tengah peningkatan infrastruktur transportasi nasional.

Sebagai informasi, proyek ini dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang merupakan konsorsium melibatkan perusahaan plat merah Indonesia dan pihak China. Penambahan angka rugi bersih ini memberikan tekanan tambahan pada rencana pengembalian modal investasi yang telah dikucurkan sejak tahap konstruksi dimulai.

Pembengkakan nilai kerugian ini dilaporkan secara resmi oleh situs berita ekonomi CNBC Indonesia pada publikasi tanggal 31 Juli 2026, yang memantau pergerakan pasar dan performa korporasi pemegang saham moda transportasi modern tersebut.

Hallo, saya Mind, chat Assistant platform NewsMind.. ada yang bisa saya bantu?