Kalbe Farma Mulai Buyback Saham Rp500 Miliar, BRI Serap Dana Rp90,37 Miliar
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memulai aksi pembelian kembali saham senilai Rp500 miliar hari ini, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) resmi merampungkan program buyback 2026.
JAKARTA — PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memulai pelaksanaan pembelian kembali (buyback) saham dengan alokasi dana maksimal sebesar Rp500 miliar yang direncanakan berlangsung selama tiga bulan ke depan, merujuk laporan CNBC Indonesia pada Rabu, 16 September 2026. Langkah strategis emiten farmasi ini dilakukan bertepatan dengan diberikannya rekomendasi beli oleh sejumlah analis pasar modal untuk saham KLBF beserta beberapa emiten lain seperti ERAL, MAPI, PGEO, dan CMRY.
Di sisi lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) secara resmi telah menyelesaikan program buyback saham untuk periode tahun 2026. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan CNBC Indonesia, bank pelat merah tersebut telah menyerap dana sebesar Rp90,37 miliar. Angka tersebut merepresentasikan penggunaan dana sebesar 18,07 persen dari total plafon anggaran buyback yang semula dialokasikan perusahaan mencapai Rp500 miliar.
Pelaksanaan buyback saham oleh emiten blue chip umumnya bertujuan untuk menjaga stabilitas harga saham di pasar atau menunjukkan optimisme manajemen terhadap kinerja fundamental perusahaan. Kalbe Farma mengalokasikan dana tersebut untuk menyerap saham di pasar reguler guna meningkatkan nilai bagi pemegang saham dalam jangka panjang.
Bagi investor, momentum aksi korporasi ini diikuti dengan saran teknikal mengenai level masuk (entry level) dan target harga yang perlu diperhatikan. Informasi penutupan program buyback BBRI dan dimulainya periode buyback KLBF ini menjadi sorotan utama pasar modal pada pertengahan September 2026, sebagaimana dilaporkan secara berkala oleh CNBC Indonesia.
