Intel Berburu Modal Rp 266 Triliun demi Kuasai Pasar Chip AI
Intel mengumumkan penawaran saham senilai USD 15 miliar atau sekitar Rp 266,76 triliun untuk memperkuat posisi perusahaan di industri kecerdasan buatan.
JAKARTA — Intel mengumumkan langkah strategis penggalangan dana melalui penawaran saham senilai USD 15 miliar atau setara Rp 266,76 triliun (kurs Rp 17.784) untuk memperkuat unit bisnis kecerdasan buatan mereka, sebagaimana dilaporkan Finance Detik pada Senin, 10 Agustus 2026.
Perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat tersebut mengalokasikan suntikan modal besar ini guna mengejar ketertinggalan dan mendominasi pasar chip AI yang saat ini tengah berkembang pesat. Dana segar yang dihimpun akan difokuskan pada pengembangan infrastruktur manufaktur serta riset teknologi pemrosesan data tingkat tinggi.
Langkah korporasi ini diambil di tengah persaingan ketat industri teknologi global, di mana permintaan terhadap perangkat keras pendukung kecerdasan buatan terus meningkat. Penjualan saham tersebut diharapkan memberikan likuiditas yang cukup bagi Intel untuk melakukan ekspansi kapasitas produksi secara signifikan di berbagai fasilitas mereka.
Upaya pencarian modal ini merupakan bagian dari transformasi besar Intel untuk memposisikan diri sebagai pemain utama dalam rantai pasok global AI. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh Finance Detik pada 10 Agustus 2026, nilai transaksi yang mencapai ratusan triliun rupiah ini menjadi salah satu pergerakan finansial terbesar perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
