Baca Live
BELADIRI & EKONOMI

Dampak Kenaikan Harga Pertamax Green 95 Jadi Rp19.150 terhadap Operasional Dojang Taekwondo dan Karate

Kenaikan harga Pertamax Green 95 menjadi Rp19.150 per liter mulai 2 September memicu kekhawatiran biaya logistik transportasi bagi komunitas Taekwondo dan Karate.

PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, di mana Pertamax Green 95 kini melonjak menjadi Rp19.150 per liter. Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada tanggal 2 September 2026 dan diperkirakan akan memberikan dampak domino pada berbagai sektor kegiatan masyarakat, termasuk komunitas olahraga beladiri.

Bagi para praktisi dan pengelola klub Taekwondo serta Karate, kenaikan harga bahan bakar ramah lingkungan ini menjadi tantangan tersendiri dalam mengatur anggaran operasional. Mobilitas atlet menuju tempat latihan atau dojang, serta pengiriman peralatan tanding seperti body protector dan matras, sangat bergantung pada stabilitas biaya transportasi darat.

Beberapa pengelola dojang Taekwondo menyatakan bahwa efisiensi harus dilakukan agar biaya iuran anggota tidak ikut naik akibat beban transportasi yang membengkak. Di sisi lain, komunitas Karate juga mulai mempertimbangkan pengaturan jadwal latihan gabungan untuk meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi yang menggunakan bahan bakar oktan tinggi tersebut.

Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari evaluasi berkala Pertamina terhadap tren harga minyak dunia. Meskipun bertujuan untuk mendukung penggunaan energi yang lebih bersih, harga baru Rp19.150 per liter ini memaksa para pegiat olahraga beladiri untuk lebih adaptif dalam mengelola logistik guna memastikan regenerasi atlet tetap berjalan tanpa hambatan finansial.

Hallo, saya Mind, chat Assistant platform NewsMind.. ada yang bisa saya bantu?