IHSG Melemah ke 6.378 di Sesi I, Asing Tetap Borong Saham Rp393 Miliar
Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi ke level 6.378,40 pada akhir perdagangan sesi I meskipun investor asing mencatatkan aksi beli bersih senilai Rp393,71 miliar.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pembalikan arah dan ditutup melemah 31,25 poin atau 0,49 persen ke level 6.378,40 pada akhir perdagangan sesi I, Senin (10/8/2026), berdasarkan laporan CNBC Indonesia. Pergerakan indeks sempat menyentuh posisi tertinggi di level 6.462 sebelum akhirnya merosot akibat tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Meskipun indeks bergerak di zona merah, investor asing justru terpantau terus melakukan aksi beli di pasar reguler. Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) mencapai Rp393,71 miliar di seluruh pasar, yang memberikan bantalan di tengah pelemahan indeks secara keseluruhan.
Penurunan indeks didorong oleh aksi jual pada saham-saham perbankan dan telekomunikasi kelas kakap. Dua emiten yang menjadi beban utama pergerakan IHSG pada sesi pertama ini adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mengalami tekanan jual cukup signifikan.
Kondisi pasar ini menunjukkan anomali di mana tekanan jual domestik lebih kuat dibandingkan minat beli investor mancanegara. Hingga jeda siang, volume perdagangan masih didominasi oleh pelepasan aset pada sektor-sektor penggerak utama yang sebelumnya sempat membawa indeks terbang ke level tertinggi harian.
Berdasarkan rilis data CNBC Indonesia pada 10 Agustus 2026, akumulasi beli bersih asing ini terkonsentrasi pada daftar saham tertentu yang dianggap masih memiliki valuasi menarik di tengah volatilitas pasar. Penutupan sesi I ini menjadi indikator waspada bagi pelaku pasar menjelang pembukaan sesi kedua perdagangan sore hari.
