IHSG Rebound ke Level 6.200, Sebanyak 329 Saham Melaju di Zona Hijau
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ke level 6.216 pada pembukaan perdagangan Jumat pagi seiring bangkitnya pasar dengan dukungan 329 saham di zona hijau.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat ke level 6.216,22 pada pembukaan perdagangan Jumat (31/7/2026) pagi setelah bergerak pada zona hijau di rentang level 6.200-an berdasarkan data transaksi bursa yang dihimpun dari Detikcom dan CNN Indonesia.
Penguatan ini menandai momentum kebangkitan indeks setelah mengalami pelemahan selama enam hari berturut-turut. Pada sesi pembukaan pukul 09.00 WIB, indeks tercatat langsung melonjak ke posisi 6.213 sebelum bergerak lebih tinggi ke angka 6.216 dengan dukungan volume transaksi yang signifikan.
Data bursa menunjukkan sebanyak 329 saham diperdagangkan menguat, sementara 160 saham mengalami penurunan, dan 189 saham posisi lainnya tetap stagnan. Kapitalisasi pasar bursa pada pagi ini tercatat berada di angka Rp10.893,732 triliun dengan aksi beli bersih (net buy) investor asing yang turut mendorong performa indeks.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Kamis, IHSG tercatat naik 1,56 persen ke posisi 6.186,36 menurut informasi dari CNBC Indonesia. Investor asing membukukan pembelian bersih mencapai Rp262,82 miliar, meskipun terdapat catatan pelepasan beberapa emiten tertentu oleh investor luar negeri di tengah kondisi market yang sedang bangkit.
Sejumlah korporasi membawa sentimen positif ke pasar hari ini, di antaranya PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang melaporkan kenaikan laba bersih. Selain itu, PT Ratu Prabu Energi Tbk (RATU) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dan PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) yang telah menetapkan pembagian dividen interim kepada para pemegang saham.
Kondisi pasar menjelang akhir pekan ini mencerminkan optimisme investor di tengah fluktuasi indeks global. Informasi pergerakan harga saham dan kinerja emiten ini bersumber dari laporan berkala keuangan Detikcom, CNN Indonesia, dan CNBC Indonesia tertanggal 31 Juli 2026.
