Baca Live
PASAR MODAL

IHSG Menanjak Tipis di Tengah Aksi Jual Asing Rp3,37 Triliun Sepekan Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,34 persen sepekan terakhir Juli 2026 meski investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp3,37 triliun.

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal bergerak menguat terbatas pada pekan terakhir Juli 2026 di tengah penantian pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed dan nilai tukar Rupiah, sebagaimana dilaporkan CNN Indonesia. Meskipun ada tren optimisme pasar, data perdagangan menunjukkan arus keluar modal asing yang cukup signifikan dari bursa domestik.

Melansir laporan CNBC Indonesia, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) dengan nilai akumulasi mencapai Rp3,37 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode 20 hingga 24 Juli 2026. Data tersebut menunjukkan perubahan arah investasi asing setelah sebelumnya sempat masuk ke pasar modal Indonesia, dengan sasaran utama aksi jual difokuskan pada saham-saham sektor perbankan dan saham lapis satu (blue chip).

Terlepas dari tekanan jual pemodal asing tersebut, IHSG masih mampu mencatatkan performa positif dengan penguatan tipis sebesar 0,34 persen dalam kurun waktu satu pekan. Para analis mengamati bahwa pergerakan indeks ke depan akan sangat bergantung pada respons pelaku pasar terhadap hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed serta stabilitas mata uang Garuda.

Laporan CNN Indonesia pada 27 Juli 2026 menyebutkan bahwa sentimen eksternal tetap menjadi faktor kunci bagi reli indeks. Para investor kini menaruh perhatian besar pada arah kebijakan moneter global yang akan memengaruhi likuiditas di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam beberapa waktu ke depan.

Hallo, saya Mind, chat Assistant platform NewsMind.. ada yang bisa saya bantu?