IHSG Melambung 1 Persen, Investor Asing Borong Saham BBRI, BBCA, dan BMRI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan 1 persen didorong aksi beli bersih investor asing senilai Rp3,87 triliun pada tiga saham bank besar selama lima hari beruntun.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan sebesar 1 persen yang didorong oleh akumulasi beli investor asing pada saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar besar senilai Rp3,87 triliun selama lima hari berturut-turut, berdasarkan data perdagangan yang dilaporkan CNBC Indonesia pada Jumat, 4 September 2026.
Laju IHSG mendapatkan suntikan tenaga dari aliran modal masuk (inflow) investor asing yang secara konsisten menyasar sektor finansial. Data akumulasi menunjukkan bahwa PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi instrumen investasi yang paling banyak diborong oleh pemodal internasional dalam periode sepekan terakhir.
Khusus pada transaksi harian terbaru, investor asing membukukan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp1,07 triliun di pasar saham domestik. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk menjadi dua saham favorit utama yang menopang penguatan indeks, meskipun terdapat sejumlah saham lain yang justru mencatatkan aksi jual bersih (net sell) oleh pihak asing.
Dominasi akumulasi pada saham perbankan jumbo mencerminkan kepercayaan pelaku pasar global terhadap ketahanan sektor keuangan Indonesia. Fokus investor tertuju pada likuiditas dan kinerja fundamental bank-bank besar yang dianggap sebagai representasi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah fluktuasi pasar global.
Penguatan indeks ini menandai tren positif di Bursa Efek Indonesia, dengan total nilai akumulasi lima hari yang mencapai Rp3,87 triliun di sektor perbankan. Informasi pergerakan modal asing dan posisi IHSG ini merujuk pada laporan pasar CNBC Indonesia yang dipublikasikan pada 4 September 2026.
