IHSG Melaju ke Level 6.700, Investor Asing Borong Saham Perbankan Rp1 Triliun
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,09% ke level 6.700 pada 3 September 2026 seiring masuknya modal asing senilai Rp1 triliun ke saham-saham perbankan besar.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan signifikan sebesar 1,09 persen hingga mendekati level 6.700 pada perdagangan Kamis, 3 September 2026, yang didorong oleh aksi beli bersih investor asing di sektor perbankan dan properti. Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun dari CNBC Indonesia, nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp18,64 triliun di tengah pergerakan positif saham-saham berkapitalisasi besar.
Investor asing mencatatkan net buy atau beli bersih dengan nilai total mencapai Rp1 triliun. Fokus utama aliran modal masuk ini tertuju pada saham perbankan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Selain sektor perbankan, sektor properti turut memberikan kontribusi besar sebagai penopang utama laju indeks pada penutupan perdagangan hari ini.
Kenaikan tajam IHSG ini terjadi di tengah sentimen global terkait fluktuasi komoditas energi. CNBC Indonesia melaporkan bahwa pasar saat ini sedang memantau risiko kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi memberikan tekanan pada inflasi dan kebijakan moneter. Meski demikian, performa saham big caps tetap menjadi katalis utama yang menjaga stabilitas dan optimisme investor di pasar domestik.
Secara teknikal, penguatan 1,09 persen ini menempatkan IHSG pada posisi krusial mendekati ambang batas psikologis 6.700. Para pelaku pasar mengamati kinerja emiten perbankan yang tetap solid sebagai indikator kepercayaan terhadap ketahanan ekonomi nasional. Informasi mengenai pergerakan pasar modal dan aliran dana asing ini disadur dari laporan CNBC Indonesia tertanggal 3 September 2026.
