IHSG Menguat Tipis di Tengah Aksi Beli Asing Rp7,10 Triliun
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,80 persen di tengah proses rebalancing indeks dan catatan aksi beli bersih investor asing yang mencapai Rp7,10 triliun.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,80 persen di tengah proses rebalancing indeks dan masuknya aliran dana investor asing ke pasar modal Indonesia. Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun dari CNBC Indonesia dan Detik Finance pada Senin (3/8/2026), investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp7,10 triliun, meskipun tekanan jual masih membayangi sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Kenaikan indeks ini didorong oleh sejumlah aksi korporasi strategis dari emiten lokal. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) dilaporkan mulai menghadirkan perangkat pengisi daya kendaraan listrik (EV), sementara PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) terus melanjutkan ekspansi pada proyek Serpong CBD. Di sisi lain, PT Elnusa Tbk (ELSA) tengah menjalankan program pembelian kembali saham atau buyback dengan alokasi dana sebesar Rp100 miliar untuk menjaga stabilitas harga di pasar.
Meski aliran modal masuk secara keseluruhan cukup besar, pergerakan sektoral menunjukkan dinamika yang beragam. Investor asing terpantau melakukan aksi jual pada saham-saham di sektor komoditas. Berdasarkan laporan dari CNBC Indonesia, saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) menjadi emiten yang paling banyak dilepas oleh investor asing melalui catatan net foreign sell terbesar pada periode pekan lalu.
Penguatan IHSG yang cenderung tipis ini menunjukkan adanya upaya perlawanan terhadap tren pelemahan di kawasan Asia. Analis pasar menyoroti bahwa aktivitas rebalancing indeks menjadi faktor kunci yang mempengaruhi volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Informasi mengenai pergerakan pasar dan aksi korporasi ini disadur dari laporan resmi CNBC Indonesia dan Detik Finance yang dipublikasikan pada 3 Agustus 2026.
