IHSG Menguat ke Level 6.548 di Tengah Pelemahan Bursa Asia-Pasifik
IHSG dibuka menguat ke level 6.548 pada perdagangan 1 September 2026 didorong aksi beli asing pada saham perbankan, meski bursa Asia lainnya sedang tertekan konflik geopolitik.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 6.548 pada perdagangan Selasa pagi, 1 September 2026, berdasarkan laporan dari Finance Detikcom. Kenaikan ini terjadi di tengah sentimen pasar global yang beragam dan volatilitas tinggi di kawasan regional.
Penguatan indeks domestik didorong oleh performa sektor perbankan, terutama saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI. Melansir CNBC Indonesia, investor asing terpantau melakukan aksi beli bersih (net buy) pada saham BBRI senilai Rp371,3 miliar, yang turut memicu kenaikan IHSG sebesar 0,46 persen pada awal sesi perdagangan.
Selain BBRI, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga menjadi penopang utama gerak indeks. Pelaku pasar saat ini tengah memberikan perhatian khusus terhadap rilis data inflasi terbaru serta indeks manajer pembelian atau Purchasing Managers' Index (PMI) untuk menentukan arah investasi selanjutnya.
Kondisi pasar modal Indonesia berbanding terbalik dengan bursa saham di kawasan Asia-Pasifik yang justru terpantau berguguran pada pagi yang sama. Pelemahan di pasar regional tersebut dipicu oleh meningkatnya kecemasan investor terhadap ketegangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas, sebagaimana dilaporkan oleh CNBC Indonesia.
Secara keseluruhan, meskipun IHSG berhasil bertahan di zona hijau dengan sokongan sektor perbankan pelat merah, volatilitas pasar tetap diwaspadai akibat sentimen geopolitik global. Informasi mengenai pergerakan indeks dan aksi korporasi asing ini dirangkum dari publikasi Detikcom dan CNBC Indonesia pada 1 September 2026.
