IHSG Melemah di Sesi I, Investor Asing Tarik Dana Rp1,14 Triliun
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi ke zona merah pada perdagangan sesi I, Jumat (18/9/2026), seiring aksi jual bersih investor asing mencapai Rp1,14 triliun.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,35 persen pada penutupan sesi I perdagangan Jumat, 18 September 2026, yang dipicu oleh aksi jual masif investor asing dan pelemahan sektor-sektor kunci menurut laporan CNBC Indonesia.
Data perdagangan menunjukkan bahwa investor asing mencatatkan nilai jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp1,14 triliun di Bursa Efek Indonesia. Sektor kesehatan dan keuangan menjadi kontributor utama yang menahan laju indeks, di mana saham-saham milik konglomerat turut menjadi beban bagi pergerakan IHSG di akhir pekan ini.
Dua emiten perbankan besar, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), menjadi fokus utama pelaku pasar karena mencatatkan volume transaksi yang signifikan di tengah tekanan jual tersebut. Pergerakan balik arah ini membalikkan sentimen positif yang sempat muncul pada pembukaan perdagangan pagi hari.
Penurunan ini mencerminkan dinamika aliran modal keluar yang cukup deras di pasar ekuitas domestik. CNBC Indonesia melaporkan bahwa pelemahan ini terjadi secara sistematis di berbagai sektor unggulan seiring dengan penyesuaian portofolio oleh investor institusi luar negeri pada 18 September 2026.
