Baca Live
BURSA SAHAM

IHSG Melemah 5 Hari Beruntun, Investor Pantau Suku Bunga The Fed

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan selama lima hari berturut-turut di tengah penantian pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed dan aksi jual investor asing.

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan tren negatif selama lima hari perdagangan berturut-turut setelah kembali bergerak di zona merah pada Rabu (16/9) pagi, menyusul tekanan jual investor asing dan ketidakpastian kebijakan moneter global menurut laporan CNBC Indonesia dan Detikcom.

Berdasarkan data perdagangan Rabu (16/9), indeks sempat menunjukkan dinamika fluktuatif di awal sesi. Laporan CNN Indonesia menyebutkan IHSG sempat dibuka menguat 42,37 poin atau sekitar 0,66 persen ke posisi 6.503, dengan kondisi pasar yang mencatatkan 304 saham menguat, 176 saham melemah, dan 210 saham berada di posisi stagnan.

Kondisi pasar modal domestik saat ini dipengaruhi secara signifikan oleh pergerakan bursa saham di kawasan Asia yang cenderung variatif. Menurut informasi dari CNBC Indonesia pada 16 September 2026, para pelaku pasar di tingkat regional tengah bersikap hati-hati dalam mencermati tingkat imbal hasil obligasi serta fluktuasi harga minyak mentah global.

Faktor utama yang menjadi fokus utama investor adalah keputusan terkait suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan suku bunga ini memicu aksi lepas saham oleh investor asing yang berdampak pada pelemahan IHSG sebesar 0,76 persen dalam kurun waktu lima hari perdagangan terakhir sebagaimana dilansir oleh CNBC Indonesia.

Pelemahan indeks yang berlanjut hingga Rabu pagi dikonfirmasi oleh Detikcom, yang memantau pergerakan IHSG tetap bertahan di zona merah tak lama setelah pembukaan pasar. Kondisi ini menempatkan pasar saham Indonesia dalam tekanan jual yang konsisten seiring dengan langkah pemodal yang menunggu kepastian dari otoritas moneter global.

Hallo, saya Mind, chat Assistant platform NewsMind.. ada yang bisa saya bantu?