IHSG Anjlok Imbas Rebalancing MSCI: GOTO Didepak dan Potensi Dana Asing Keluar Rp 13 Triliun
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam setelah MSCI mengeluarkan 10 saham Indonesia, termasuk GOTO, yang memicu risiko aliran modal keluar hingga Rp 13,45 triliun.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 1,18 persen ke level 6.298,34 pada penutupan sesi I setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) merilis hasil evaluasi indeks periode Agustus 2026 yang mengeluarkan 10 saham Indonesia dari daftar global, sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia pada Kamis, 13 Agustus 2026. Penurunan ini dipicu oleh sentimen negatif pasar terhadap potensi arus modal keluar (outflow) investor asing menyusul perubahan komposisi indeks tersebut.
Hasil rebalancing MSCI August 2026 Index Review menunjukkan bahwa 10 emiten dalam negeri, termasuk PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dicoret dari MSCI Global Standard Indexes efektif mulai 31 Agustus 2026. Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, penghapusan sepuluh saham ini berisiko memicu keluarnya dana asing mencapai USD 753 juta atau setara dengan Rp 13,45 triliun dari pasar modal Indonesia akibat penyesuaian portofolio manajer investasi global.
Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan tanggapan terkait dinamika ini dengan menegaskan bahwa status pasar modal Indonesia tetap berada pada level pasar berkembang (emerging market). Mengutip CNN Indonesia, pihak bursa menyampaikan konfirmasi bahwa MSCI tetap mempertahankan klasifikasi tersebut meski terdapat pengurangan jumlah saham konstituen dalam indeks global mereka pada periode ini.
Menanggapi keluarnya saham GOTO dari indeks tersebut, manajemen GoTo menyatakan bahwa perusahaan akan tetap memprioritaskan kinerja internal dan fundamental bisnis. Pihak manajemen menekankan bahwa saat ini perusahaan masih berada dalam jalur yang tepat untuk mencapai target laba bersih dan rencana jangka panjang hingga tahun 2026 mendatang. Laporan Finance Detikcom mencatat bahwa GoTo tetap masuk dalam indeks utama di BEI meski statusnya di MSCI Global Standard Index berakhir.
Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menegaskan fokus perusahaan ke depan melalui pernyataan resmi yang dikutip oleh Finance Detikcom pada 13 Agustus 2026. [QUOTE_VERBATIM speaker="Manajemen, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk"]"GOTO tegaskan fokus pada fundamental bisnis dan target 2026"[/QUOTE_VERBATIM]. Meskipun pasar bereaksi terhadap isu likuiditas dan rebalancing, perusahaan mengklaim bahwa posisi fundamental mereka tetap solid dan mulai menunjukkan tren laba yang positif.
Sentimen negatif ini menjadikan sektor kesehatan sebagai bidang yang paling tertekan, selain tekanan pada saham perbankan dan komoditas. Pergerakan IHSG yang fluktuatif ini menjadi cerminan dari reaksi investor terhadap indeks MSCI sebagai acuan global bagi manajer investasi dalam mengalokasikan aset mereka di pasar negara berkembang, sebagaimana dirangkum dari publikasi CNBC Indonesia dan CNN Indonesia pada pertengahan Agustus 2026.
