IHSG Anjlok 3,49 Persen ke Level 5.098, Investor Asing Catat Net Sell Rp1,52 Triliun
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 3,49 persen ke posisi 5.098,06 di tengah aksi jual bersih investor asing senilai Rp1,52 triliun.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam sebesar 3,49 persen ke level 5.098,06 pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026, berdasarkan laporan CNBC Indonesia dan Detikcom. Penurunan signifikan ini disertai dengan aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing yang mencapai Rp1,52 triliun di seluruh pasar.
Sektor industrial menjadi beban utama pergerakan indeks dengan koreksi mencapai 4,64 persen. Data perdagangan menunjukkan tekanan jual yang masif membuat posisi IHSG sulit beranjak dari zona merah sepanjang sesi, sementara nilai penjualan bersih asing di pasar reguler sendiri tercatat sebesar Rp1,08 triliun menurut data publikasi Jumat, 30 Oktober 2026.
Di tengah kepanikan pasar, sejumlah emiten masih menunjukkan aktivitas korporasi dan operasional yang strategis. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dilaporkan berhasil mengamankan empat kontrak pasokan gas baru, sementara PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) tetap melaksanakan rencana pembagian dividen interim kepada para pemegang sahamnya.
Emiten lain yang menjadi sorotan adalah PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) melalui anak usahanya, Pani Gold Project, yang terus melanjutkan eksplorasi tambang emas. Analis memberikan beberapa rekomendasi saham pilihan untuk menghadapi volatilitas ini, meski investor disarankan tetap waspada terhadap sentimen negatif yang masih membayangi bursa domestik.
Penurunan tajam IHSG ini mencerminkan tekanan eksternal dan internal yang membuat pelaku pasar cenderung melakukan aksi ambil untung atau pengalihan aset. Informasi pergerakan pasar modal ini dihimpun dari laporan pasar CNBC Indonesia dan Detikcom pada 30 Oktober 2026.
