IHSG Anjlok 2 Persen di Sesi Pagi, Investor Asing Catatkan Jual Bersih Rp1,08 Triliun
IHSG melemah signifikan lebih dari 2 persen pada awal perdagangan Jumat (30/10/2026) seiring aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp1,08 triliun.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kontraksi tajam dengan penurunan lebih dari 2 persen pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, 30 Oktober 2026. Laporan pasar menunjukkan sentimen negatif mendominasi lantai bursa dengan lebih dari 600 emiten tercatat bergerak di zona merah menurut pantauan CNN Indonesia.
Tekanan terhadap indeks nasional diperparah oleh aksi pelepasan aset oleh pemodal internasional. Data perdagangan mencatat investor asing membukukan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp1,08 triliun di seluruh pasar, yang memicu penurunan tajam pada sejumlah saham unggulan dan saham teraktif di bursa.
Kondisi pasar yang memburuk ini terlihat dari jumlah saham yang mengalami depresiasi harga. Sebanyak 600 saham lebih terkoreksi di saat IHSG berjuang menahan level psikologisnya akibat gelombang tekanan jual yang masif sejak lonceng pembukaan dimulai.
Beberapa saham teraktif di pasar modal mencatatkan volume transaksi tinggi namun cenderung bergerak turun mengikuti arus pelemahan indeks. Penurunan ini mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar terhadap kondisi makroekonomi yang memengaruhi likuiditas di Bursa Efek Indonesia.
Laporan dari CNN Indonesia pada 30 Oktober 2026 menyebutkan bahwa volatilitas ini terjadi secara merata di berbagai sektor saham. Situasi jual bersih investor asing senilai Rp1,08 triliun menjadi faktor utama yang memberikan beban berat pada pergerakan indeks di akhir pekan ini.
