IHSG Anjlok 2,5 Persen ke Level 5.150 dan BEI Pantau Saham FILM Serta COIN
Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi dalam hingga 2,5 persen pada perdagangan Kamis (29/10) siang meskipun sempat dibuka menguat pada level 5.305.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan tajam hingga 2,5 persen pada perdagangan siang hari ini, Kamis (29/10/2026), meskipun sempat mencatatkan penguatan di awal pembukaan pasar. Berdasarkan laporan dari Finance Detikcom dan CNBC Indonesia, pergerakan indeks bursa domestik ini menunjukkan volatilitas tinggi di tengah pengawasan ketat otoritas bursa terhadap sejumlah emiten spesifik.
Pada awal perdagangan pagi pukul 09.00 WIB, IHSG sebenarnya dibuka di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,43 persen ke level 5.305. Namun, tren positif tersebut tidak bertahan lama karena tekanan jual yang masif membuat indeks berbalik arah dan jatuh secara signifikan ke area negatif saat memasuki sesi siang.
Di tengah kondisi pasar yang melemah, Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap dua emiten, yakni PT MD Pictures Tbk (FILM) dan PT Wahana Inti Makmur Tbk (COIN). Langkah ini diambil oleh otoritas bursa sebagai respons atas penurunan harga saham yang dinilai tidak wajar dalam periode singkat.
Pengawasan ketat terhadap saham FILM dan COIN bertujuan untuk melindungi investor dan memastikan transparansi perdagangan di pasar modal. BEI saat ini tengah mencermati perkembangan pola transaksi kedua saham tersebut setelah terjadi depresiasi nilai yang sangat drastis dan melampaui kebiasaan transaksi harian.
Hingga pukul 11.33 WIB, penurunan indeks terpantau terus berlanjut hingga menyentuh angka 2,5 persen. Para pelaku pasar mengamati dengan seksama sentimen yang memicu koreksi mendalam ini, mengingat fluktuasi yang terjadi sangat kontras dibandingkan dengan posisi pembukaan pagi tadi.
Situasi pasar modal Indonesia pada 29 Oktober 2026 ini menunjukkan perlunya kewaspadaan bagi para pemegang saham, terutama pada emiten yang sedang berada dalam pantauan khusus bursa. Informasi ini dihimpun berdasarkan laporan pasar terkini dari Finance Detikcom dan CNBC Indonesia.
