IHSG Merosot 1% ke Level 6.292, Investor Asing Lakukan Pembelian Bersih
IHSG tercatat merosot hingga 1,15% ke level 6.292,28 akibat tekanan pada saham BBCA dan DSSA, meski investor asing tetap mencatatkan aksi beli bersih.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan sebesar 1,15% ke posisi 6.292,28 pada perdagangan 10 Agustus 2026, yang dipicu oleh penurunan harga saham berkapitalisasi besar seperti BBCA dan DSSA menurut laporan CNBC Indonesia dan Detikcom.
Pergerakan indeks pada pagi hari, Selasa (11/8/2026), terpantau fluktuatif di mana IHSG sempat dibuka menguat namun segera berbalik melemah dalam hitungan menit dan tertahan di level 6.300. Meskipun kondisi pasar sedang tertekan, investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih senilai Rp829,70 miliar di tengah penurunan indeks sebesar 0,69% ke 6.365,3 pada penutupan hari sebelumnya.
Di pasar negosiasi, tercatat adanya aktivitas transaksi besar pada saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Emiten milik Grup Sinar Mas ini membukukan nilai transaksi mencapai Rp1,3 triliun yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham perusahaan.
Penurunan indeks yang menyeret IHSG ke bawah level 6.300 ini dipengaruhi kuat oleh kinerja saham perbankan dan sektor energi. Namun, masuknya modal asing secara terbatas memberikan dukungan psikologis bagi pasar meskipun sentimen negatif masih membayangi pergerakan harga saham-saham blue chip di Bursa Efek Indonesia.
Laporan ini disusun berdasarkan data dari Detikcom dan CNBC Indonesia yang dipublikasikan pada 11 Agustus 2026.
