Baca Live
PASAR MODAL

IHSG Anjlok 3 Persen ke Level 5.121 Akibat Sentimen Data Inflasi AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam 3,04 persen ke level 5.121,97 pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026. Penurunan ini dipicu oleh rilis data inflasi PCE Amerika Serikat dan keputusan kebijakan The Fed.

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan sebesar 3,04 persen hingga menyentuh level 5.121,97 pada penutupan perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026. Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, tekanan jual masif ini terjadi di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi makro global, terutama yang bersumber dari Amerika Serikat.

Pelemahan indeks komposit ini turut menyeret harga saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip). Salah satu yang terdampak paling dalam adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), di mana harga sahamnya tercatat merosot hingga 5 persen pada hari yang sama. Penurunan saham perbankan kelas berat ini menjadi salah satu penekan utama indeks karena bobotnya yang besar terhadap pergerakan pasar secara keseluruhan.

Sentimen negatif pasar dipicu oleh rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dari Amerika Serikat serta spekulasi kebijakan suku bunga oleh bank sentral AS, The Fed. Investor merespons data tersebut dengan kecenderungan melepas aset berisiko di pasar berkembang, termasuk Indonesia, sembari memantau arah kebijakan moneter lebih lanjut yang akan diambil oleh otoritas keuangan Negeri Paman Sam tersebut.

Laju indeks terus berada di zona merah sejak pembukaan hingga akhir sesi perdagangan seiring dengan meningkatnya kepanikan investor di lantai bursa. Kondisi pasar modal domestik saat ini sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi eksternal. Peristiwa pelemahan tajam ini dilaporkan secara langsung melalui kanal Market CNBC Indonesia pada tanggal 29 Oktober 2026.

Hallo, saya Mind, chat Assistant platform NewsMind.. ada yang bisa saya bantu?