IHSG Ambruk 1,53 Persen ke Level 6.267, Investor Asing Tarik Dana Rp687 Miliar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kontraksi sebesar 1,53 persen hingga menyentuh level 6.267,88 pada perdagangan 11 Agustus 2026, diiringi aksi jual bersih investor asing senilai Rp687,80 miliar.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan sebesar 1,53 persen ke posisi 6.267,88 pada perdagangan Selasa (11/08/2026) di tengah penantian pelaku pasar terhadap hasil MSCI Review. Berdasarkan laporan CNBC Indonesia pada 12 Agustus 2026, pelemahan ini ditandai dengan rontoknya harga 542 saham, sementara investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp687,80 miliar di seluruh pasar.
Pergerakan pasar menunjukkan tekanan jual yang masif di mana volume saham yang mengalami penurunan mendominasi jalannya perdagangan. Data dari Detikcom menyebutkan bahwa sentimen pasar dipengaruhi oleh penantian investor terhadap penyesuaian indeks MSCI, meski di sisi lain terdapat beberapa aksi korporasi seperti rencana buyback saham oleh LABS dan langkah ekspansi bisnis yang dilakukan oleh GULA.
Selain sentimen global, kinerja emiten tetap menjadi sorotan di tengah fluktuasi pasar. Salah satu emiten sektor energi, ITMG, dilaporkan berhasil membukukan laba bersih sebesar US$109,5 juta. Meskipun terdapat catatan laba positif dari emiten tertentu, hal tersebut belum mampu menahan laju koreksi IHSG yang sempat menyentuh level terendah di kisaran 6.200 menurut pemberitaan CNBC Indonesia tertanggal 12 Agustus 2026.
Investor asing terpantau melakukan pelepasan portofolio pada sepuluh saham utama, namun secara selektif tetap melakukan pembelian pada beberapa saham lainnya di tengah kondisi pasar yang tertekan. Tekanan pada IHSG ini mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar terhadap dinamika bursa domestik dan global pada pertengahan Agustus 2026.
