HUT ke-49 Pasar Modal: OJK Klaim Ketangguhan Meski IHSG Terkoreksi di Sesi I
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti ketangguhan infrastruktur pasar modal Indonesia pada peringatan hari jadinya yang ke-49, di tengah pergerakan IHSG yang melemah pada penutupan sesi I.
JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan kondisi pasar modal Indonesia tetap tangguh pada peringatan hari jadinya yang ke-49, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi ke level 6.378,40 pada akhir perdagangan sesi I, Senin (10/08/2026). Mengutip laporan CNBC Indonesia, pelemahan indeks ini terjadi setelah IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.462 sebelum akhirnya turun sebesar 0,49 persen atau setara 31,25 poin.
Ketua Dewan Komisioner OJK dalam peringatan tersebut memberikan pernyataan mengenai capaian sektor jasa keuangan tersebut. [QUOTE_VERBATIM speaker="Ketua Dewan Komisioner, OJK"]"Pasar modal kita telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa selama hampir lima dekade ini. Kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan basis investor menjadi bukti nyata kekuatan fundamental industri keuangan kita di tengah dinamika global."[/QUOTE_VERBATIM] OJK menilai stabilitas sistem pasar modal saat ini didukung oleh ekosistem yang lebih matang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan data perdagangan sesi I yang dilaporkan CNBC Indonesia pada 10 Agustus 2026, tekanan terhadap IHSG dipicu oleh aksi jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Meskipun indeks memerah, investor asing terpantau masih mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp694,8 miliar di seluruh pasar, yang menunjukkan adanya aliran modal masuk di tengah fluktuasi harga.
Pertumbuhan pasar modal Indonesia dalam usia 49 tahun ini juga ditandai dengan peningkatan jumlah investor domestik secara signifikan. OJK menekankan bahwa transformasi digital dalam infrastruktur pasar modal telah mempermudah akses masyarakat untuk berinvestasi, sehingga memperkuat struktur pasar dari guncangan eksternal. Pergerakan IHSG pada sesi pertama ini menjadi refleksi dinamika harian pasar yang tetap berada dalam koridor pengawasan ketat regulator.
