Hashim Djojohadikusumo Ingatkan Rupiah Bisa Rp21 Ribu dan Sentil Saham Gorengan
Dalam Rapimnas Kadin, Hashim Djojohadikusumo menyoroti risiko pelemahan kurs rupiah hingga Rp21 ribu per dolar AS serta mendesak penghentian praktik manipulasi saham.
JAKARTA — Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo memperingatkan potensi kurs rupiah menyentuh level Rp21.000 per dolar AS dan meminta praktik manipulasi saham dihentikan dalam acara Rapimnas Kadin. Melansir laporan CNN Indonesia pada Jumat (30/10/2026), peringatan tersebut disampaikan sebagai bagian dari evaluasi kondisi ekonomi nasional di hadapan para pelaku usaha.
Hashim menekankan pentingnya stabilitas mata uang dan transparansi di pasar modal untuk menjaga kepercayaan investor. Dalam pernyataannya, ia menyoroti bahwa fluktuasi nilai tukar yang ekstrem dapat berdampak luas pada sektor industri dan daya beli masyarakat jika tidak segera dimitigasi oleh kebijakan fiskal serta moneter yang kuat.
Selain masalah nilai tukar, Hashim secara spesifik menyentil praktik perdagangan saham yang tidak sehat atau sering disebut sebagai saham gorengan. Ia meminta agar aktivitas spekulasi yang memanipulasi harga saham di bursa segera dihentikan demi menciptakan ekosistem investasi yang lebih adil dan berkelanjutan bagi para pemegang saham ritel maupun institusi.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula mengenai rencana penerapan pajak digital yang dijadwalkan mulai berlaku pada 9 November 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah untuk memperluas basis penerimaan negara dari sektor ekonomi digital yang terus tumbuh pesat di Indonesia.
Pernyataan ini menjadi sorotan para anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang hadir, mengingat posisi strategis Hashim dalam lingkaran pemerintahan. Penekanan pada penghentian goreng saham dan kewaspadaan terhadap rupiah diharapkan menjadi sinyal bagi para pengusaha untuk bersiap menghadapi tantangan ekonomi di penghujung tahun 2026.
