Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 2026: Arus Keluar ETF $691 Juta dan Gelombang Layoff Berlanjut
Bitcoin menyentuh level terendah baru di tahun 2026 pada harga $59.400 dipicu arus keluar dana ETF yang masif dan efisiensi tenaga kerja di industri kripto.
Pasar aset kripto global mengalami tekanan hebat setelah harga Bitcoin (BTC) merosot ke kisaran $59.400 pada Jumat (26/6/2026). Penurunan ini mencatatkan titik terendah baru sepanjang tahun 2026 di tengah sentimen negatif yang menyelimuti pasar keuangan digital.
Pemicu utama pelemahan ini adalah aksi jual besar-besaran pada produk Spot ETF Bitcoin, di mana modal sebesar $691 juta terpantau keluar dari pasar. Angka ini merupakan arus keluar dana (outflow) terbesar sejak bulan Mei lalu, yang diperparah dengan momentum menjelang berakhirnya masa berlaku opsi (options expiry) senilai $10,6 miliar.
Di sisi lain, industri kripto juga terus melakukan restrukturisasi besar-besaran. BitGo, perusahaan kustodian kripto yang baru saja melantai di bursa, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 15% stafnya. Langkah pahit ini diambil demi mengalihkan fokus operasional perusahaan ke sektor stablecoin dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Meski pasar sedang lesu, bursa kripto Kraken justru melakukan langkah ekspansi strategis. Kraken dilaporkan tengah membidik 15% saham di protokol DeFi Aave dengan nilai valuasi mencapai $385 juta, menunjukkan bahwa minat terhadap sektor keuangan terdesentralisasi tetap ada di tengah volatilitas harga.
Para analis kini memantau dengan ketat apakah level $59.000 dapat menjadi zona dukungan (support) bagi Bitcoin. Jika tekanan jual dari ETF berlanjut dan sentimen makroekonomi tidak membaik, pasar dikhawatirkan akan masuk ke fase koreksi yang lebih dalam di sisa kuartal kedua tahun ini.