GOTO dan CPIN Keluar dari Indeks MSCI, Potensi Dana Asing Keluar Capai Rp13,45 Triliun
MSCI resmi mengeluarkan GOTO dan CPIN dari indeks global yang memicu risiko aliran modal keluar hingga USD 753 juta di tengah pelemahan IHSG.
JAKARTA — Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mengeluarkan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dari MSCI Global Standard Index dalam tinjauan Agustus 2026, yang berpotensi memicu aliran modal keluar (outflow) sebesar USD 753 juta atau setara Rp13,45 triliun menurut laporan CNBC Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Keputusan kocok ulang indeks ini berdampak langsung pada pergerakan pasar modal domestik, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok 1,18 persen ke level 6.298,34 pada penutupan sesi I. Selain GOTO dan CPIN, terdapat total 10 saham yang tereliminasi dari perhitungan indeks tersebut, yang menempatkan likuiditas saham sebagai sorotan utama para investor global.
Menanggapi penghapusan tersebut, manajemen GoTo memberikan klarifikasi mengenai kondisi internal perusahaan. Meskipun statusnya dicabut dari indeks global MSCI, perusahaan transportasi dan logistik daring ini menegaskan bahwa posisi mereka di bursa domestik masih tetap kuat. Perusahaan juga menyoroti pencapaian kinerja keuangan terbaru yang mulai menunjukkan hasil positif.
Pihak manajemen GoTo memberikan keterangan resmi terkait kondisi fundamental mereka pasca pengumuman MSCI tersebut [QUOTE_VERBATIM speaker="Manajemen, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk"]"Respons Indeks MSCI, GOTO Tegaskan Fundamental Solid dan Cetak Laba"[/QUOTE_VERBATIM]. Pernyataan ini bertujuan untuk meredam kekhawatiran pelaku pasar atas potensi pelepasan saham besar-besaran oleh manajer investasi yang menggunakan MSCI sebagai acuan portofolio mereka.
Penurunan IHSG pada perdagangan Kamis (13/8/2026) tidak hanya dipicu oleh pengumuman MSCI, namun juga diperberat oleh koreksi di sektor perbankan, komoditas, dan kesehatan. Sektor kesehatan tercatat sebagai sektor yang paling tertekan di tengah sentimen negatif pasar global dan domestik.
Perubahan komposisi indeks MSCI ini seringkali menjadi penggerak utama volatilitas pasar karena banyak dana indeks internasional yang secara otomatis menyesuaikan kepemilikan saham mereka. Informasi mengenai rebalancing indeks ini bersumber dari laporan berkala CNBC Indonesia yang dipublikasikan pada 13 Agustus 2026.
