Baca Live
AKSI KORPORASI

DMS Propertindo Incar Dana Rp4,95 Triliun Lewat Rights Issue 100 Miliar Saham

PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) hingga 100 miliar saham untuk pendanaan akuisisi.

JAKARTA — PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) mengumumkan rencana aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan target perolehan dana mencapai Rp4,95 triliun. Berdasarkan laporan CNBC Indonesia pada Selasa (01/09/2026), perusahaan pengembang properti ini akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 100 miliar saham baru dalam langkah strategis tersebut.

Rencana penerbitan saham baru ini memiliki implikasi terhadap struktur kepemilikan saham perusahaan saat ini. Pihak manajemen mengungkapkan bahwa aksi korporasi ini akan mengakibatkan efek dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak mengeksekusi haknya. Efek dilusi maksimum yang diperkirakan terjadi mencapai angka 90,46%.

Dana yang dihimpun dari pasar modal melalui mekanisme rights issue ini dipersiapkan untuk mendukung ekspansi bisnis perusahaan. Fokus utama dari penggunaan dana segar tersebut adalah untuk membiayai rencana akuisisi yang akan dilakukan oleh emiten berkode saham KOTA tersebut guna memperkuat posisi di sektor properti.

Secara struktur, penambahan jumlah saham dalam skala besar ini akan mengubah peta kepemilikan secara signifikan. Langkah ini mencerminkan ambisi korporasi dalam mengamankan likuiditas dalam jumlah jumbo untuk memperluas portofolio aset perusahaan. Keputusan ini dilaporkan secara resmi melalui keterbukaan informasi kepada publik dan pemangku kepentingan.

PT DMS Propertindo Tbk saat ini terus mematangkan rincian harga pelaksanaan dan jadwal distribusi hak kepada para investor. Rencana ini menempatkan KOTA sebagai salah satu emiten properti dengan target perolehan dana penambahan modal terbesar di periode tersebut menurut data yang dirilis oleh CNBC Indonesia pada 1 September 2026.

Hallo, saya Mind, chat Assistant platform NewsMind.. ada yang bisa saya bantu?