Bursa Asia Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, IHSG Terkerek ke Zona Hijau
Pasar saham Asia-Pasifik terpantau menguat pada perdagangan Jumat pagi seiring langkah investor menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat dan inflasi mendatang.
SINGAPURA — Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mencatatkan tren penguatan pada perdagangan Jumat, 4 September 2026, menyusul sentimen positif dari penutupan bursa Wall Street Amerika Serikat sebelumnya. Pergerakan indeks di berbagai negara utama Asia berada di zona hijau saat investor mulai mengalihkan fokus pada rilis data ekonomi makro yang krusial dari Negeri Paman Sam, demikian menurut laporan CNBC Indonesia pada 4 September 2026.
Para pelaku pasar secara global saat ini sedang mencermati laporan ketenagakerjaan non-pertanian (non-farm payrolls) Amerika Serikat yang dijadwalkan akan segera dirilis. Data ini menjadi parameter penting bagi investor untuk memprediksi arah kebijakan moneter bank sentral AS dalam menghadapi kondisi ekonomi global saat ini. Selain data tenaga kerja, pasar juga memberikan perhatian khusus pada proyeksi data inflasi yang akan datang.
Kenaikan di bursa regional turut memberikan dorongan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk bergerak menguat pada pembukaan perdagangan hari ini. Aktivitas beli investor di pasar domestik sejalan dengan optimisme yang berkembang di pasar global, meskipun volatilitas tetap diantisipasi seiring menunggu kepastian angka pengangguran dan pertumbuhan upah di Amerika Serikat.
Hingga sesi pembukaan pagi, indeks-indeks utama seperti Nikkei 225 di Jepang dan Hang Seng di Hong Kong menunjukkan performa stabil di teritori positif. Mengutip informasi dari kanal Market CNBC Indonesia edisi 4 September 2026, tren penguatan ini merupakan respons langsung terhadap kinerja Wall Street yang solid, yang memberikan landasan bagi investor di Asia untuk melakukan akumulasi aset di pasar modal.
