Bursa Asia Melemah 3 Agustus: Indeks Kospi Korea Selatan Anjlok 4 Persen
Pasar saham Asia-Pasifik kompak melemah pada Senin, 3 Agustus 2026, dipimpin oleh kejatuhan indeks Kospi sebesar 4 persen di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
JAKARTA — Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mengalami koreksi tajam pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026, dengan indeks Kospi Korea Selatan tercatat anjlok hingga 4 persen berdasarkan laporan CNBC Indonesia pada hari yang sama. Penurunan signifikan ini terjadi seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik global dan reaksi pasar terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai situasi di Iran.
Sentimen negatif menyelimuti sebagian besar lantai bursa di Asia meskipun terdapat kabar bahwa Trump sempat menunda rencana serangan militer terhadap Iran. Namun, ketidakpastian yang masih tinggi membuat investor cenderung melakukan aksi jual dan beralih ke aset yang dinilai lebih aman, sehingga menekan pergerakan saham di kawasan tersebut secara keseluruhan.
Selain indeks Kospi yang terkoreksi paling dalam, pergerakan bursa lainnya di wilayah Asia-Pasifik juga menunjukkan tren serupa di mana mayoritas indeks berada di zona merah sejak pembukaan perdagangan. Pelaku pasar terus memantau perkembangan retorika politik antara Washington dan Teheran yang menjadi faktor utama fluktuasi harga saham di awal pekan ini.
Kondisi pasar modal saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika hubungan internasional yang memicu kekhawatiran akan stabilitas ekonomi global di masa depan. Berdasarkan data yang dihimpun dari CNBC Indonesia per tanggal 3 Agustus 2026, tekanan pada bursa Asia ini diperkirakan masih akan berlanjut selama belum ada kepastian resolusi konflik yang konkret antara kedua belah pihak.
