Belum Penuhi Aturan Free Float 15 Persen, BUKK Targetkan Selesai pada 2029
PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) berencana memenuhi ketentuan saham free float sebesar 15 persen paling lambat pada tahun 2029 melalui opsi penjualan saham.
JAKARTA — PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) sedang menyusun strategi untuk memenuhi ketentuan kepemilikan saham publik atau free float sebesar 15 persen yang ditargetkan rampung pada tahun 2029. Berdasarkan laporan yang dikutip dari CNBC Indonesia pada 17 September 2026, emiten yang terafiliasi dengan keluarga Kalla ini saat ini baru memiliki porsi saham publik sebesar 6,17 persen.
Manajemen Bukaka Teknik Utama menyatakan bahwa perusahaan masih memerlukan waktu untuk mencapai ambang batas minimal yang ditetapkan oleh regulator bursa. Angka 6,17 persen tersebut menunjukkan adanya selisih yang cukup signifikan dari kewajiban minimal 15 persen, sehingga diperlukan langkah strategis untuk melepas sebagian kepemilikan saham ke pasar reguler.
Dalam upaya mencapai target tersebut, perusahaan mempertimbangkan opsi penjualan saham oleh pemegang saham pengendali. Langkah ini diambil guna menambah jumlah saham yang beredar di masyarakat tanpa mengganggu stabilitas struktur permodalan perusahaan secara drastis dalam jangka pendek.
Hingga saat ini, BUKK terus melakukan koordinasi terkait pemenuhan aturan ini. Penetapan target tahun 2029 memberikan ruang bagi perusahaan untuk memantau kondisi pasar modal sebelum mengeksekusi aksi korporasi pelepasan saham tersebut ke publik.
Ketentuan free float 15 persen sendiri merupakan upaya otoritas bursa untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Laporan terkait rencana strategis PT Bukaka Teknik Utama Tbk ini pertama kali dipublikasikan oleh CNBC Indonesia pada Kamis, 17 September 2026.
