Aksi Korporasi Perbankan: BNI Buyback Saham dan Mandiri Divestasi Inhealth
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memulai aksi buyback saham senilai Rp547 miliar, sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melepas saham Inhealth senilai Rp570 miliar.
JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memulai langkah strategis berupa pembelian kembali atau buyback saham dengan total nilai mencapai Rp547 miliar, yang dijadwalkan berlangsung sejak 28 Oktober 2026 berdasarkan laporan CNBC Indonesia.
Aksi korporasi yang dilakukan oleh emiten perbankan pelat merah ini ditujukan untuk menjaga stabilitas likuiditas perusahaan di pasar modal. Langkah buyback tersebut mencerminkan komitmen perseroan dalam mengelola struktur permodalan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham di tengah dinamika pasar.
Di saat yang hampir bersamaan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga mengumumkan penyelesaian transaksi divestasi aset. Mengutip informasi dari CNBC Indonesia pada 29 Oktober 2026, Bank Mandiri secara resmi melepas kepemilikan sahamnya di PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) kepada PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life).
Dalam transaksi tersebut, Bank Mandiri menjual sebanyak 200.000 lembar saham Inhealth dengan nilai transaksi mencapai Rp570 miliar. Pihak manajemen menyatakan bahwa pelepasan aset ini dikategorikan sebagai transaksi yang bukan merupakan transaksi material bagi perseroan.
Kedua aksi korporasi dari raksasa perbankan nasional ini menandai pergerakan signifikan di sektor finansial menjelang akhir tahun 2026. Data mengenai pelaksanaan buyback BNI dan detail transaksi divestasi saham Inhealth oleh Bank Mandiri dilaporkan melalui rilis resmi emiten pada 29 Oktober 2026.
