Bitcoin Anjlok ke Level $59.400, Dipicu Eksodus ETF Senilai $691 Juta
Harga Bitcoin menyentuh rekor terendah baru di tahun 2026 pada posisi $59.400 setelah pasar ETF mengalami arus keluar dana besar-besaran mencapai $691 juta.
Pasar mata uang kripto kembali diguncang volatilitas tinggi pada akhir Juni 2026. Bitcoin terpantau merosot hingga menyentuh level $59.400, yang menandai titik terendah baru sepanjang tahun ini. Penurunan tajam ini dipicu oleh aksi jual masif di pasar spot ETF (Exchange-Traded Fund) Amerika Serikat yang mencatat arus modal keluar mencapai $691 juta.
Eksodus dana dari ETF ini tercatat sebagai yang terbesar sejak Mei lalu, menambah tekanan jual di saat pasar tengah bersiap menghadapi kedaluwarsa opsi (options expiry) senilai $10,6 miliar. Kondisi ini menciptakan sentimen negatif yang menyeret harga Bitcoin sulit bertahan di atas level psikologis $60.000 selama pembukaan pasar AS.
Dampak pelemahan Bitcoin turut dirasakan oleh sektor korporasi yang terafiliasi dengan aset digital. Saham preferen unggulan milik Strategy (STRC) mengalami koreksi dalam dan menetapkan rekor terendah baru di bursa saham. Michael Saylor mengakui bahwa kondisi saat ini merupakan sebuah 'uji volatilitas' bagi strategi investasi perusahaan yang berfokus pada aset kripto.
Meskipun pasar utama sedang mengalami tekanan, aktivitas di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) tetap aktif. Bursa kripto Kraken dikabarkan tengah mengincar 15% kepemilikan saham di Aave dengan valuasi mencapai $385 juta. Langkah strategis ini menunjukkan dinamika kontras di mana ekspansi institusional tetap berlanjut di tengah tren bearish harga pasar.
Para analis kini memantau dengan cermat dampak dari penyelesaian kontrak opsi di akhir pekan. Tekanan jual yang berkelanjutan dikhawatirkan dapat membawa Bitcoin ke zona support yang lebih rendah jika arus keluar dari produk ETF tidak segera mereda atau berbalik arah menjadi akumulasi kembali.