BEI Targetkan Kapitalisasi Pasar Modal Indonesia Tembus Rp30 Ribu Triliun pada 2030
Bursa Efek Indonesia menetapkan target ambisius untuk mencapai nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp30 ribu triliun dalam empat tahun ke depan guna memperkuat ekosistem ekonomi nasional.
JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia dapat mencapai angka Rp30 ribu triliun dalam kurun waktu empat tahun ke depan atau pada tahun 2030. Rencana strategis ini bertujuan untuk memperdalam pasar keuangan domestik serta meningkatkan kontribusi sektor pasar modal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, sebagaimana dilaporkan oleh CNN Indonesia pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Target besar tersebut mencerminkan optimisme otoritas bursa terhadap pertumbuhan jumlah emiten dan partisipasi investor di tanah air. BEI memproyeksikan bahwa peningkatan nilai kapitalisasi ini akan didorong oleh masuknya perusahaan-perusahaan baru melalui penawaran umum perdana saham (IPO) serta penguatan performa harga saham dari emiten yang sudah tercatat.
Langkah ini merupakan bagian dari peta jalan jangka panjang bursa untuk menempatkan Indonesia sebagai pusat investasi utama di kawasan Asia Tenggara. Dengan target Rp30 ribu triliun, pasar modal Indonesia diharapkan memiliki likuiditas yang lebih tinggi sehingga mampu menarik minat investor institusi global maupun ritel domestik secara lebih masif.
Pencapaian target kapitalisasi pasar ini juga akan bergantung pada stabilitas makroekonomi dan kebijakan regulasi yang mendukung iklim investasi. Berdasarkan data dari CNN Indonesia tertanggal 11 Agustus 2026, realisasi ambisi ini akan menjadi salah satu tonggak sejarah terpenting bagi perkembangan industri keuangan di Indonesia dalam satu dekade terakhir.
